print this page Klik Print
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Pemimpin Dunia yang Tetap Mencium Kaki Ibunya

@Abrar Rifai/fb
Di negeri ini, ada hikayat Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu lantaran durhaka kepada orang tuanya, ibu. Merantau sebagai sosok miskin papa, berupaya keras mengubah takdir, hingga menikah dengan wanita kaya dan usahanya berhasil menjadi kaya. Malangnya, memiliki harta dunia justru membuat dirinya miskin nurani. Tak akui ibunya, hingga terkutuk menjadi batu.

Sudah menjadi sunnatullah, berbakti kepada kedua orang tua adalah kunci kesuksesan hidup di dunia dan kebahagiaan abadi di surga-Nya. Hal ini pula yang menjadi inspirasi amat berharga bagi banyak tokoh di dunia.

Satu di antaranya adalah sosok sederhana yang kini menjadi salah satu pemimpin terbaik di zaman ini. Pemimpin negeri kaum Muslimin yang berani menyampaikan kritik kepada pemimpin Yahudi karena ulahnya membunuhi anak-anak dan orang tak berdosa di bumi Gaza, Palestina.

Mulanya, beliau adalah seorang tukang adzan di sebuah masjid di ibu kota negaranya, Istanbul Turki. Bagi sebagian kita, barangkali tukang adzan bukanlah predikat yang membanggakan. Padahal, amat banyak pahala yang disediakan oleh Allah Ta’ala bagi sosok yang mengingatkan kaum Muslimin bahwa waktu shalat telah tiba.

Sosok ini juga sempat bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional pada salah satu klub ternama di negerinya. Karenanya, dalam sebuah pertandingan persahabatan yang tersebar di banyak media sosial, beliau terlihat piawai dalam mengolah si kulit bundar. Bahkan, sosok dengan senyum inspiratif ini mencetak tiga gol cantik nan spektakuler dalam laga tersebut untuk membawa timnya menuju kemenangan.

Ketika beliau mengunjungi Madinah dan bertemu dengan nenek-nenek asal negerinya, beliau tak sungkan untuk menyalami si wanita layaknya hormatnya kepada ibunya. Tulus. Tak ada sedikit pun kesan dibuat-buat apalagi pencitraan yang memuakkan.

Rupanya, beliau memang sangat hormat kepada orang tuanya. Dan, salah satu kejadian di hari raya Idul Fithri menjadi bukti betapa beliau adalah sosok yang berusaha mengamalkan ajaran al-Qur’an dan Sunnah terkait birrul walidain.

Sebagaimana biasa, beliau mengunjungi orang tuanya. Seketika setelah sampai, sosok yang terdepan dalam membantu pengungsi Suriah ini langsung mencium kaki ibunya. Hening. Syahdu. Penuh hormat.
Dalam jenak, sang ibu berkata, “Nak, kamu itu sudah jadi Presiden. Tak perlu lagi mencium kaki ibumu.”
Lalu, sosok yang dua kali menjabat Perdana Menteri Turki dan kini menjadi orang nomor satu di negeri itu berkata dengan amat lembut, “Bu, sejak kapan seorang Presiden tidak boleh masuk surga?”
Semoga Allah Ta’ala melindungi Anda hingga akhir hayat, Recep Tayyip Erdogan. [Pirman] 

*Blog Kita79*

Elang Yang Tinggal Bersama Ayam

Elang Yang Tinggal Bersama Ayam 
Alkisah, di sebuah lereng gunung yang curam, ada sebuah sarang elang yang berisikan empat telur elang ukuran besar.

Satu hari, gempa bumi telah menguncang gunung itu menyebabkan salah satu dari telur itu jatuh ke kandang ayam yang berada di lembah di bawah lereng itu.

Ayam-ayam pun tahu bahwa mereka harus melindungi telur elang itu. Kemudian, telur elang pun menetas dan seekor elang yang cantik pun terlahir.

Sebagai ayam, ayam-ayam itu pun membesarkan elang sebagai seekor ayam.

Sang elang pun sangat menyukai tempat tinggal dan keuarganya itu, namun sepertinya ia merasa ada semangat untuk berteriak lebih keras dari sekedar jiwa ayam.

Hingga pada suatu hari, elang itu pun menatap langit dan melihat sekelompok elang-elang hebat terbang tingi melayang-layang.

“Oh…” teriak sang elang. “Andai saja aku bisa terbang tinggi seperti burung-burung itu.”
Ayam-ayam itu pun terkekeh, “Kau tidak bisa terbang tinggi seperti mereka. Kau adalah seeokor ayam dan ayam tidak bisa terbang.”

Elang ini pun terus menatap keluarganya yang sesungguhnya di angkasa sana, bermimpi mengkhayalkan ia bisa seperti mereka.

Setiap kali elang itu membicarakan tentang impian-impiannya, ia selalu diberitahu bahwa ia tidak akan bisa melakukannya.

Dan itulah apa yang elang itu pelajari untuk diyakini. Seiring waktu, elang itu pun berhenti bermimpi dan kembali menjalani hidupnya sebagai ayam.
Akhirnya, setelah hidup lama sebagai seekor ayam, elang itu pun meninggal.
Anda bisa menjadi apa yang Anda yakini. Jika Anda pernah bermimpi menjadi elang, ikuti impian itu, jangan mengikuti apa kata ayam-ayam itu.

Kisah Sebatang Pensil

Si anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis surat, lalu bertanya, “Apakah Nenek sedang menulis cerita tentang kegiatan kita? Apakah cerita ini tentang aku?”

Sang nenek berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya, “Nenek memang sedang menulis tentang dirimu, sebenarnya, tetapi ada yang lebih penting daripada kata – kata yang sedang Nenek tulis, yakni pensil yang Nenek gunakan. Mudah – mudahan kau menjadi seperti pensil ini, kalau kau sudah dewasa nanti.”

Si anak lelaki merasa heran, diamatinya pensil itu, kelihatannya biasa saja.

“Tapi pensil itu sama saja dengan pensil – pensil lain yang pernah kulihat!”

“Itu tergantung bagaimana kau memandang segala sesuatunya. Ada lima pokok yang penting, dan kalau kau berhasil menerapkannya, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani hidupmu.”

Pertama : Kau sanggup melakukan hal – hal yang besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Kedua : Sesekali Nenek mesti berhenti menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.

Ketiga : Pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan – kesalahan yang kita buat. Ini berarti, tidak apa – apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.

Keempat : Yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya. Jadi, perhatikan selalu apa yang sedang berlangsung di dalam dirimu.

Dan yang Kelima : Pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untuk menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu.

klik 

7 Miliarder Ini Lebih Memilih Hidup Sederhana Tanpa 'Embel-embel' Miliarder

Kekayaan memang merupakan satu hal yang ingin dimiliki oleh seluruh manusia di dunia ini. Dari kecil, beberapa orang pasti sudah memiliki cita-cita untuk mempunyai banyak uang dan juga harta. Uang memang merupakan hal yang dapat mewujudkan hampir semua hal yang kita inginkan.


Namun hebatnya, para miliarder ini justru tak merasa demikian. Seperti yang dilansir oddee.com, para miliarder ini bahkan meninggalkan semua kekayaan mereka dan memilih untuk tetap hidup sederhana. Wah! Seperti apa sih kisah menginspirasi ini?

1. PM Thailand Menyuruh Anaknya Bekerja di Restoran

Perdana Menteri Thailand ini benar-benar hebat dan berbeda dengan kebanyakan orang kaya lainnya. Yah, Thaksin Shinawatra merupakan orang kaya yang paling terpandang di negrinya.

Ia memiliki anak gadis yang tentu akan membuat Anda terkejut bukan main. Gadis cantik itu tidak memakai baju mewah, tidak pergi ke diskotik, ia justru bekerja sebagai karyawan di salah satu restoran.

Loh? Lantas mengapa gadis dari orang kaya itu hanya bekerja sebagai karyawan? Thaksin Shinawatra sengaja menyuruh putrinya untuk menjadi karyawan di McDonald Thailand. Hal ini rupanya dianggap sebagai pembelajaran bagi sang putri untuk paham bagaimana mencari uang dengan keringat sendiri.

Bahkan sesekali sang Ayah mengunjungi resto tempat putrinya bekerja dan membeli salah satu menu McDonald favoritnya.

2. Miliarder Tunawisma

Pria tampan dan juga kaya dari Jerman ini pasti akan menyentuh hati Anda. Yah, Nicholas Berggruen adalah orang kaya dengan kekayaan yang mencapai 20 miliar rupiah di tahun 2010.

Namun bukan itu yang lantas menjadi berita hangat di media. Pasalnya Nicholas merupakan miliarder yang tak memiliki rumah untuk tinggal.

Nicholas memutuskan untuk menjalani hidupnya secara natural dan apa adanya. Bahkan ia memutuskan untuk merogoh kocek banyak untuk disumbangkan sebagai amal sosial di berbagai daerah.

Baginya kekayaan adalah tentang apa yang telah Anda berikan pada dunia ini, bukan tentang berapa banyak uang atau barang yang Anda miliki.

3. Suster Kaya Yang Sederhana

Banyak yang mengatakan bahwa harta dan tahta dapat mengubah sifat orang hanya dalam sekejap. Dan nampaknya hal itu tak terjadi pada seorang suster bernama Karen Shand ini.

Wanita yang bekerja sebagai suster ini telah berhasil memenangkan hadiah berupa uang sebesar 15 miliar rupiah. Namun ia nampak santai saja!

Karen yang memiliki pendapatan yang jauh lebih kecil daripada hadiahnya mengaku sangat senang dan juga bangga. Akan tetapi, hadiah yang ia dapatkan itu tak akan membuat ia berhenti menjadi suster di Rumah Sakit Victoria di Inggris. Dan tentu saja hal ini membuat banyak orang yang merasa kagum akan keputusannya tersebut.

4. Memutuskan Tinggal di Gubuk Lumpur

Kebanyakan orang yang kembali dari berlibur di Kenya akan merasa miris dengan keadaan di sana. Terlebih bagi seorang kaya raya yang telah terbiasa dengan kehidupan mewah dan serba kecukupan. Akan tetapi hal ini jauh bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada miliarder 57 tahun bernama Garham Pendrill ini.

Setelah menghabiskan waktu di Kenya, Graham justru kembali ke Inggris dengan berita yang sangat mengejutkan. Graham ingin menjual semua propertinya dan memutuskan untuk menghabiskan waktunya di Kenya. Bahkan Graham diketahui akan tinggal di sebuah gubuk kecil.

5. Uang Tak Membuat Pria Ini Bahagia

Karl Rabeder kecil merupakan pria yang lahir miskin dan hidup serba keterbatasan. Dan hal ini membuat ia berpikir bahwa ia ingin menjadi pria kaya nantinya. Impian itupun terkabul.

Akan tetapi Karl justru merasa bahwa kekayaan tak dapat membuat ia bahagia. Sehingga pria Perancis ini memutuskan untuk membagikan uangnya untuk amal dan memutuskan untuk menjual semua propertinya.

Karl bahkan memilih untuk hidup di sebuah pondok kayu kecil di pegunungan yang sangat tentram dan juga damai. Materi mungkin dapat memberikan kebahagiaan, namun tak semua kebahagiaan yang datangnya dari materi.

6. Miliarder Bekerja Sebagai Petugas Kebersihan

Wanita yang satu ini tentu sangat pantas memasuki salah satu daftar sebagai orang kaya paling unik sedunia. Bagaimana tidak, dengan pendapatan dalam beberapa bisnis di kotanya, wanita ini malah memilih untuk menjadi seorang pembersih jalan.

Ya, dia adalah Yu Youzhen seorang wanita di Cina yang rela bangun pukul 03.00 pagi untuk membersihkan jalan sepanjang 2 mil.

Ibu 53 tahun itu melakukan hal ini untuk membiasakan sang anak bekerja tanpa bergantung pada sang ibu. Padahal, akibat bisnis suksesnya, wanita ini memiliki properti yang bernilai hingga $1. 500.000 atau 10 miliar!

Tapi tentu hal itu tak membuatnya berhenti untuk mendidik kedua anaknya yang kini juga bekerja sebagai sopir taksi dan pegawai kantor.
7. Oprah, Wanita Kaya yang Sederhana dan Dermawan


Nah kini giliran salah satu seleb yang juga merupakan orang paling berpengaruh di dunia versi Forbes. Oprah Winfrey terlahir sebagai gadis kulit hitam yang hidup dalam kemiskinan.

Namun takdir berkata lain saat ia mulai terjun ke dunia siaran sebagai pembawa acara yang lantas melambungkan namanya hingga kini.

Oprah diperkirakan memiliki kekayaan sebesar 20 triliun rupiah di akhir tahun 2013. Namun hal ini tak membuat ia lantas berbangga dan sombong.

Oprah diketahui kerap membelikan mobil bagi karyawan televisinya, bahkan ia tak segan untuk memberi benda seharga jutaan kepada para penonton yang datang dalam berbagai acaranya.


Sumber :
http://www.apakabardunia.com/2014/01/7-miliarder-ini-lebih-memilih-hidup.html

Pasangan Terbaik Itu.. Seperti Sepatu

sepatu
Pasangan terbaik itu seperti sepatu.
Bentuknya tak persis sama namun serasi.
Saat berjalan terlihat tak kompak tapi tujuannya sama.
Tak pernah ganti posisi, namun saling melengkapi.
Selalu sederajat tak ada yang lebih rendah atau tinggi.
Bila yang satu hilang yang lain tak memiliki arti.
SEPATU: SEjalan samPAi TUa, hingga maut yang memisahkan.
http://iphincow.com/2015/03/29/pasangan-terbaik-itu-seperti-sepatu/

Nilai sebuah Pengorbanan

 
Seorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus interview awal, dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir.

Direktur mengetahui bahwa dari cvnya, si pemuda memiliki akademik yg baik. Kemudian dia bertanya" apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?" Kemudian si pemuda menjawab tidak.

"Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?"

"Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya"

"Dimana ibumu bekerja ?"

"Ibuku bekerja sebagai tukang cuci."

Si direktur meminta si pemuda untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yg lembut dan halus.

"Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju ?"

"Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku."

Si direktur mengatakan "aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari."


Si pemuda merasa kemungkinannya mendapatkan pekerjaan ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya ke anaknya.

Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka. Beberapa luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih ketika dia menyentuhnya.

Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya bisa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya, sekolahnya, dan masa depannya.

Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam-diam mencuci semua pakain yang tersisa untuk ibunya,

Malam itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.

Pagi berikutnya, si pemuda pergi ke kantor direktur.
Si direktur menyadari ada air mata di mata sang pemuda. Kemudian dia bertanya, " dapatkah kamu ceritakan apa yg kamu lakukan dan kamu pelajari tadi malam di rumahmu ?"

Si pemuda menjawab," saya membersihkan tangan ibu saya dan juga menyelesaikan cuciannya"

"Saya sekarang mengetahui apa itu apresiasi. Tanpa ibu saya, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang. Dengan membantu ibu saya, baru sekarang saya mengetahui betapa sukar dan sulitnya melakukan sesuatu dengan sendirinya. Dan saya mulai mengapresiasi betapa pentingnya dan berharganya bantuan dari keluarga"

Si direktur menjawab,"inilah yg saya cari di dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorang yg dapat mengapresiasi bantuan dari orng lain, seseorang yg mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu, dan seseorang yg tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidupnya"

"Kamu diterima"

Seorang anak yang selalu dilindungi dan dibiasakan diberikan apapun yg mereka inginkan akan mengembangkan " mental ke'aku'an" dan selalu menempatkan dirinya sebagai prioritas. Dia akan tidak peduli dengan jerih payah orangtuanya. Apabila kita tipe orang tua seperti ini, apakah kita menunjukkan rasa cinta kita atau menghancurkan anak-anak kita ?

Kamu dapat membiarkan anak-anajmu tinggal di rumah besar, makan makanan enak, les piano, menonton dari TV layar besar. Tetapi ketika kamu memotong rumput, biarkan mereka mengalaminya juga. Setelah makan, biarkan mereka mencuci piring mereka dengan saudara-saudara mereka. Ini bukan masalah apakah kamu dapat memperkerjakan pembantu, tetapi ini karena kamu ingin mencintai mereka dengan benar. Kamu ingin mereka mengerti, tidak peduli seberapa kayanya orangtua mereka, suatu hari nanti mereka akan menua, seperti ibu si pemuda. Yang terpenting, anak2mu mempelajari bagaimana mengapresiasi usaha dan pengalaman mengalami kesulitan dan belajar kemampuan untuk bekerja dengan orang lain agar segala sesuatu terselesaikan.

Coba untuk melanjutkan cerita ini ke orang2 yg anda kenal. Ini mungkin dapat mengubah kehidupan seseorang

Cat. Admin : Penambahan Gambar diambil dari mbah Google
Sumber Asli : http://rabbani79.blogspot.com/2014/11/nilai-sebuah-pengorbanan.html#ixzz3SSiYlJAt
Older Post ►

Para Sahabat

Nasehat Sang Murabbi

Nasehat Sang Murabbi

Sekilas

Sekilas
Bukanlah seorang penulis apalagi seorang plagiator, tapi coba berbagi atas apa yang di dengar, di lihat dan di baca....

Nasyid

Jangan lupa di LIKE ya,,,

×
 

Copyright 2011 Blog Kita79 is proudly powered by blogger.com | Design by BLog BamZ