print this page Klik Print

Kiat dari Abdullah bin Mas’ud Agar Jadi Orang Terkaya

Banyak orang yang meletakkan predikat kaya kepada sosok-sosok yang paling banyak harta, asetnya melimpah, saldo tabungannya membengkak, dan kriteria-kriteria duniawi lainnya. Sebaliknya, bagi mereka yang rumahnya masing mengontrak, saldo tabungannya tak lebih dari enam dijit angka nolnya, dan tak memiliki kendaraan pribadi, masyarakat pun langsung menisbatkan kata miskin kepadanya.

Padahal, sebagai orang Islam, kita dituntut untuk menilai segala sesuatu berdasarkan sudut pandang yang disampaikan oleh Allah Ta’ala di dalam al-Qur’an, sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sahabat-sahabat dan seluruh penerusnya dari kalangan ulama Rabbani

Salah satu sudut pandang itu, sebagaimana disebutkan oleh Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu. Beliau menyebutkan tentang kiat agar seorang hamba dikarunia kekayaan sejati. Agar menjadi orang terkaya.

“Abdullah bin Mas’ud berkata,” tulis Imam al-Harits al-Muhassibi dalam Risalah al-Mustarsyidin, “Bersikap relalah dalam menerima pembagian Allah Ta’ala, niscaya Anda menjadi orang yang paling kaya. Jauhilah apa yang Allah Ta’ala haramkan bagimu, niscaya Anda menjadi manusia yang paling wara’.”

Orang kaya dalam sudut pandang Islam bukanlah mereka yang memiliki harta paling banyak, lalu menumpuk dan menolak mengeluarkan hak-hak harta di jalan Allah Ta’ala serta kepada mereka yang berhak menerimanya.

Dalam sudut pandang Islam, orang-orang seperti ini dikategorikan sebagai manusia yang miskin karena hatinya tersandra dengan dunia. Tiada kesibukannya kecuali memburu harta, jabatan, dan wanita. Tiada yang dipikirkannya kecuali cara-cara licik untuk menggapai sekian target duniawi.

Dalam Islam, seseorang disebut kaya ketika dirinya tidak tergantung dengan dunia. Mereka mencari dunia, tapi untuk bekal akhirat. Lantaran sikap ini pula, ada begitu banyak kaum Muslimin yang dikejar-kejar oleh dunia, justru ketika mereka meninggalkan dan tidak sedikit pun berhasrat dengan dunianya.

Mereka rela dengan apa dan berapa pun yang diberikan oleh Allah Ta’ala. Mereka ikhlas. Mereka ridha. Mereka tidak pernah melihat jumlah, tapi senantiasa memperhatikan Zat yang telah memberinya rezeki. Mereka senantiasa menganggap pemberian Allah Ta’ala sebagai sesuatu yang agung, pun jika jumlahnya sedikit dalam pandangan manusia pada umumnya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Tolong Hentikan Ustadz, Aku Tak Tahan Lagi !!

 
Tahun 2010, saya melakukan survey dengan bertanya kepada beberap perempuan bekerja. Pertanyaan saya sangat sederhana, “Bu, bagaimana perasaan ibu dengan kondisi ibu bekerja saat ini, lebih merasa cukup dengan suami saja bekerja atau merasa lebih cukup dengan ibu ikut bekerja ?

•90% perempuan bekerja menjawab, “Saya merasa cukup dengan hanya suami saja yang bekerja ketimbang saat ini saya ikut bekerja.”

•Para istri yang saya survei itu mengaku justru dengan dirinya bekerja, utang keluarga justru bertambah, padahal niat awalnya agar utang suami tidak bertambah parah. Dulu semua yang diinginkan selalu bisa terpenuhi tapi dengan ikut bekerja menjadi selalu kurang, tidak ada yang cukup.

•Setelah para istri ini curhat tentang kondisinya, lalu saya bertanya kepada, “Ibu tahu tidak penyebab mengapa dulu saat suami ibu yang bekerja semuanya tercukupi dan sekarang ibu bekerja justru selalu kurang ?”

•Ibu-ibu itu menggeleng. Mereka hanya heran harusnya dengan ikut bekerja kebutuhan rumah tangga menjadi lebih dari cukup.
•Saya sampaikan begini kepada ibu-ibu itu :

Keberkahan rezki ibu telah hilang, ibu-ibu tahu mengapa hilang ? Begini, dulu saat suami ibu saja yang bekerja ibu masih sempat mengurus anak-anak berangkat sekolah. Ibu masih sempat membangunkan suami untuk shalat malam. Ibu masih sempat membuatkan sarapan untuknya. Dan ketika suami ibu pulang kerja, ibu sudah cantik berdandan rapi untuk menghilangkan kelelahan suami ibu sore itu. Ibu masak yang terenak untuk suami dan masih sempat membacakan dongeng untuk anak-anak ketika akan tidur dan masih “fresh” saat suami ibu mengajak bercinta.

•Tapi saat ibu bekerja saat ini, ibu lebih awal kan berangkat dari suami? Karena ibu masuk jam 7 pagi karena khawatir terlambat dan jauh ibu berangkat jam 5.30 padahal barangkali suami baru saja mandi. Anak-anak belum terurus baju sekolahnya, bahkan bisa saja di antara mereka nggak ada yang sarapan karena Ibu lupa menyediakan. Iya kan bu ?’ Kata saya kepada mereka.

•Di antara ibu-ibu yang bekerja ini mulai menangis. Saya meminta izin untuk meneruskan taujih di sore itu.

•“Dan ketika suami ibu pulang, ibu belum pulangkan karena ibu diminta lembur oleh boss ibu di pabrik. Ketika suami sudah ada di rumah jam 5 sore, ibu masih berkutat dengan pekerjaan sampai jam 8 malam. Suami ibu bingung ke mana dia mengadukan ceritanya hari itu dia mencari nafkah. Anak-anak ibu belum mandi bahkan bisa saja di antara mereka ada yang tidak shalat Maghrib, karena tidak ada yang mengingatkannya. Kemudian mau makan akhirnya makan seadanya, hanya masak mie dan telur karena hanya itu yang mereka mampu masak.

•Suami ibu hanya makan itu bahkan hampir tiap malam, sedangkan ibu baru pulang jam 9 sampai di rumah di saat anak-anak ibu sudah lelah karena banyak bermain, bahkan di antara mereka masih ada yang bau karena nggak mandi. Suami ibu terkapar tertidur karena kelelahan, karena suami ibu menunggu kedatangan ibu. Kondisi ibu juga lelah, sangat lelah bahkan, ibu bahkan berbulan-bulan tidak bisa berhubungan intim dengan suami karena kelelahan….”

•Ibu bekerja untuk menambah keuangan keluarga tapi ibu kehilangan banyak hal. Hal-hal yang pokok menjadi tidak selesai. Hal-hal yang ibu kerjakan di pabrik juga tidak maksimal karena hati ibu sedih tidak punya kesempatan mengurus suami dan anak-anak. Pakaian suami dan anak-anak kumal, kuku anak-anak panjang, rambut anak-anak gondrong dan tak terurus.

•Ibu-ibu itu semakin kencang menangisnya, di antara mereka mengatakan “Hentikan ustadz, aku tak tahan lagi, hentikan”, sang ibu itu memeluk teman yang di sebelahnya dan menangis.

•Sore itu saya berusaha menyampaikan kewajiban saya sebagai dai. Katakan yang benar itu walaupun harus membuat hati sedih. Di penutup saya menyampaikan, “Tidak ada larangan buat ibu bekerja dengan satu syarat, tugas pokok ibu tidak ada masalah, tidak ada hak-hak suami dan anak-anak yang berkurang yang dapat menyebabkan ketidak berkahan uang yang ibu dapatkan dari bekerja. Pastikan itu semua tidak ada masalah dan bekerjalah setelah itu”

•Adzan Maghrib sore itu menghentikan ceramah saya di sela tangis ibu-ibu yang ingin segera pulang untuk bertemu dengan suami dan anak-anak mereka.

(adi/dakwatuna) foto: vemale
 

Berkahnya Rasulullah; Sedikit Makanan Sanggup Kenyangkan 100 Orang

ilustrasi @jalandamai
Ini bukan kisah biasa. Ini bukan cerita khayalan semata. Ini merupakan satu di antara sekian banyaknya kisah agung yang pernah terjadi di muka bumi ini. Kisah nyata tentang berkahnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sepasang suami-istri penghuni surga, dan sekumpulan manusia-manusia terbaik di zaman itu.

Lelaki Anshar ini baru saja masuk ke dalam masjid. Saat menyaksikan wajah sang kekasih, Muhammad bin ‘Abdullah, lelaki surga ini bisa melihat betapa sang baginda tengah menahan lapar. Tak menunggu lama, ia pun keluar masjid. Pulang. Sesampainya di rumah, ia yang menemukan Islam lantaran istrinya ini berkata kepada bidadarinya, “Buatlah makanan untuk Rasulullah.”

Bersegera, sang istri pun memasak. Padahal, hanya sedikit gandum. Pikir mereka, “Kalau Nabi seorang diri, insya Allah cukup.” Rupanya, ada kejadian yang tak pernah mereka pikirkan.

Kelar memasak, sang lelaki pun meminta kepada anaknya, “Bisikkan ke telinga Nabi, bahwa kita mengundang beliau untuk makan di rumah.”

Belum tunai mendekati Nabi di masjid, manusia paling mulia sejagad ini sudah mengetahui maksud kedatangan si anak, “Anak ini,” kata Rasulullah, “datang membawa kebaikan.”

“Apakah kamu,” tanya Nabi kepada sang anak, “disuruh ayahmu untuk mengundang kami?”

Si anak pun mengangguk. Lantas, Nabi mengajak seluruh sahabat yang ada di masjid, “Bismillah, ayo kita berangkat.”

Hendak memberitahukan, sang anak pun bergegas agar sampai di rumah ayahnya lebih dulu. “Ayah,” lapor sang anak, “Nabi datang dengan menyertakan banyak orang.”

Ia pun keluar untuk menyambut Nabi, “Ya Rasul, engkau datang dengan membawa banyak orang.” Lanjutnya sampaikan niat undangannya, “Tadi, aku melihat baginda menahan lapar.” Namun, “Di rumah kami hanya ada sedikit makanan.” Pungkas lelaki tampan, gagah, dan shalih ini, “Silakan masuk, ya Rasulullah.”

Beliau pun masuk, sementara para sahabat menunggu di luar. Manusia mulia ini mengambil sedikit olahan gandum, lalu bertanya, “Apakah ada lauknya?” Sang lelaki pun memberikan minyak samin sebagai lauknya. Oleh Nabi, minyak samin itu dituangkan di atas olahan gandum.

“Sekarang,” perintah Nabi, “perintahkan mereka (para sahabat) masuk.” Beliau juga menginstruksikan agar para sahabat makan secara bergiliran per-sepuluh orang. Setelah semuanya mengambil gilirannya, Nabi pun berkata kepada sepasang suami-istri itu, “Makanlah,” ujar Nabi, “sekarang giliran kalian.”

Aku sang suami, “Kami pun makan hingga kenyang.”

Sepasang suami istri mulia ini, tidak lain adalah Abu Thalhah al-Anshari dan istrinya, Ummu Sulaim yang diberkahi. Sedangkan si anak yang shalih itu, ia adalah pelayan Rasulullah, Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu.

Berkatalah Imam al-Haitsami, “Dalam riwayat Abu Ya’la dan ath-Thabrani, jumlah sahabat yang makan di hari itu ada 100 orang.”

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad. Wa ‘ala ali Muhammad. [Pirman/Kisahikmah] 

~Blog Kita79~

Pemimpin Dunia yang Tetap Mencium Kaki Ibunya

@Abrar Rifai/fb
Di negeri ini, ada hikayat Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu lantaran durhaka kepada orang tuanya, ibu. Merantau sebagai sosok miskin papa, berupaya keras mengubah takdir, hingga menikah dengan wanita kaya dan usahanya berhasil menjadi kaya. Malangnya, memiliki harta dunia justru membuat dirinya miskin nurani. Tak akui ibunya, hingga terkutuk menjadi batu.

Sudah menjadi sunnatullah, berbakti kepada kedua orang tua adalah kunci kesuksesan hidup di dunia dan kebahagiaan abadi di surga-Nya. Hal ini pula yang menjadi inspirasi amat berharga bagi banyak tokoh di dunia.

Satu di antaranya adalah sosok sederhana yang kini menjadi salah satu pemimpin terbaik di zaman ini. Pemimpin negeri kaum Muslimin yang berani menyampaikan kritik kepada pemimpin Yahudi karena ulahnya membunuhi anak-anak dan orang tak berdosa di bumi Gaza, Palestina.

Mulanya, beliau adalah seorang tukang adzan di sebuah masjid di ibu kota negaranya, Istanbul Turki. Bagi sebagian kita, barangkali tukang adzan bukanlah predikat yang membanggakan. Padahal, amat banyak pahala yang disediakan oleh Allah Ta’ala bagi sosok yang mengingatkan kaum Muslimin bahwa waktu shalat telah tiba.

Sosok ini juga sempat bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional pada salah satu klub ternama di negerinya. Karenanya, dalam sebuah pertandingan persahabatan yang tersebar di banyak media sosial, beliau terlihat piawai dalam mengolah si kulit bundar. Bahkan, sosok dengan senyum inspiratif ini mencetak tiga gol cantik nan spektakuler dalam laga tersebut untuk membawa timnya menuju kemenangan.

Ketika beliau mengunjungi Madinah dan bertemu dengan nenek-nenek asal negerinya, beliau tak sungkan untuk menyalami si wanita layaknya hormatnya kepada ibunya. Tulus. Tak ada sedikit pun kesan dibuat-buat apalagi pencitraan yang memuakkan.

Rupanya, beliau memang sangat hormat kepada orang tuanya. Dan, salah satu kejadian di hari raya Idul Fithri menjadi bukti betapa beliau adalah sosok yang berusaha mengamalkan ajaran al-Qur’an dan Sunnah terkait birrul walidain.

Sebagaimana biasa, beliau mengunjungi orang tuanya. Seketika setelah sampai, sosok yang terdepan dalam membantu pengungsi Suriah ini langsung mencium kaki ibunya. Hening. Syahdu. Penuh hormat.
Dalam jenak, sang ibu berkata, “Nak, kamu itu sudah jadi Presiden. Tak perlu lagi mencium kaki ibumu.”
Lalu, sosok yang dua kali menjabat Perdana Menteri Turki dan kini menjadi orang nomor satu di negeri itu berkata dengan amat lembut, “Bu, sejak kapan seorang Presiden tidak boleh masuk surga?”
Semoga Allah Ta’ala melindungi Anda hingga akhir hayat, Recep Tayyip Erdogan. [Pirman] 

*Blog Kita79*

10 MENARA TERTINGGI DI DUNIA SAAT INI (2015)

 


article-2219800-158f0a2a000005dc-999_964x637
Memang menjadi naluri manusia untuk bersaing menjadi yang terhebat. Termasuk dalam hal arsitektur, manusia selalu berambisi untuk membuat bangunan tertinggi ;yang bisa menyentuh langit. Hingga dari zaman kisah kuno Menara Babel hingga saat inipun, hasrat itu rupanya tak pernah padam. Berikut ini aku rangkum 10 menara tertinggi di dunia saat ini (tahun 2015). Aku menyebut “menara” karena tak semuanya adalah bangunan pencakar langit, namun ada juga 2 menara telekomunikasi di sini. Ini dia hitungan mundurnya!

10. Petronas Tower (Kuala Lumpur, Malaysia) – 451 m
374px-Petronas_Towers,_Kuala_Lumpur_(3323152170)
Kita awali hitungan mundur kita dengan menara yang menjadi simbol dan landmark Malaysia ini. Gedung ini pernah menjadi yang tertinggi di dunia sejak 1998 setelah WTC runtuh dan hanya memangku gelar tersebut selama 6 tahun saja. Bangunan bergaya post-modern ini memang sepintas mirip Candi Prambanan, namun sesungguhnya gedung yang dirancang arsitek Argentina, Cesar Pelli ini terinspirasi dengan bentuk geometris khas Islam.
PetronasTowers_iStock_000019513453_Full

9. International Commerce Centre (Hong Kong, Tiongkok) – 484 m
 

The Hong Kong International Commerce Centre atau disingkat ICC Tower berlantai 118, membuat gedung yang selesai 2010 ini menjadi gedung tertinggi di Hong Kong. Gedung komersial ini dibangun oleh sebuah firma Amerika bernama Kohn Pederson Fox dan desainnya, yah bisa dibilang biasa2 saja.

8. Shanghai World Financial Centre (Shanghai, Tiongkok) – 492 m
tmp7FB6.tmp_tcm20-231931
Mulai dibangun 1997 dan baru selesai 11 tahun kemudian, bangunan ini adalah gedung tertinggi di Tiongkok. Berlokasi di Shanghai, ibu kota perekonomian Tiongkok, gedung ini multifungsi, terdri atas hotel, kantor, hingga mall. Bagian paling mencolok dari gedung ini tentu adalah bagian puncaknya yang menyerupai pembuka botol. Bahkan, salah satu suvenir dari gedung ini adalah pembuka botol yang berbentuk seperti gedung ini. Bagian bukaan ini berfungsi untuk mengurangi tekanan udara yang cukup berat dan berbahaya untuk gedung setinggi ini. 

ShanghaiWorldFinancialCenter3
Di samping gedung ini juga terdapat salah satu gedung tertinggi di Tiongkok, yakni Jin Mao Tower yang cukup menakjubkan dan bercita rasa seni tinggi. 

JinMao_Tower_von_oben   tumblr_m19njrWU0J1qg8gigo1_500

7. Taipei 101 (Taipei, Taiwan) – 509 m
fbshare
Taipei 101 merupakan gedung yang meraih gelar gedung pencakar langit tertinggi di dunia selama 6 tahun, dari 2002 – 2010 sebelum dikalahkan oleh Burj Khalifa. Bangunan yang memang berlantai 101 ini memang berbentuk unik, sebab terinspirasi oleh bangunan pagoda khas Cina. Bak batang bambu yang luwes, gedung ini juga dirancang tahan terhadap berbagai serangan bencana alam, mulai dari taifun hingga gempa bumi yang memang sering melanda wilayah tersebut. Gedung yang kaya akan filosofi feng shui ini juga merupakan sundial atau jam matahari terbesar dan tertinggi di dunia. Wow! 

Taipei_101_1
taipei-101

6. One World Trade Centre – 541 m
o-171080500-570
Setelah nasib tragis yang menghantam menara kembar WTC 2001 silam, banyak pihak memang berkeinginan membangun kembali WTC sebagai pusat perekonomian Amerika. Barulah pada 2006, rencana ini direalisasikan dengan membangun menara 1-WTC yang kali ini hanya menara tunggal, bukan menara kembar seperti pendahulunya. Menara yang semula hendak dinamai “Freedom Tower” ini baru selesai November 2014 lalu. Diarsiteki oleh Daniel Libeskind, menara ini menjadi gedung pencakar langit tertinggi tak hanya di New York atau Amerika saja, namun juga di belahan bumi Barat.
world-trade-center

5. CN Tower (Toronto, Kanada) – 553 m
The landmark Toronto downtown view from the center island.; Shutterstock ID 86753890; PO: The Huffington Post; Job: The Huffington Post; Client: The Huffington Post; Other: The Huffington Post
CN Tower memiliki kepanjangan “Canadian National” yang diambil dari nama perusahaan yang membangunnya. Saat selesai pada 1976, bangunan ini sempat meraih gelar menara televisi tertinggi di dunia dan hingga kini masih menjadi struktur buatan manusia tertinggi di dunia Barat. Apabila menara ini adalah sebuah gedung bertingkat, maka dengan ketinggian 553 m, menara ini akan memiliki 147 lantai. Dari dek observasinya, para pengunjung bisa melihat keindahan Danau Ontario hingga sekilas Air Terjun Niagara.

4. Canton Tower (Guangzhou, Tiongkok) – 600 m
20114715750
Canton Tower atau dikenal juga dengan nama Guangzhou Tower merupakan menara televisi yang sengaja dibangun untuk menyambut Asian Games yang diadakan di kota Guangzhou pada 2010. Struktur buatan manusia tertinggi di Tiongkok ini tampak lebih mempesona saat malam ketika diterangi oleh ribuan lampu LED berwarna-warni.
canton-tower-in-the-guangzhou

3. Abraj al-Bait (Mekah, Arab Saudi) – 601 m
Makkah-Royal-Clock-Tower
Abraj al Bait atau yang lebih dikenal dengan nama Mecca Royal Hotel Clock Tower merupakan bagian dari proyek Raja Abdulaziz yang bertujuan untuk memodernkan Mekah. Bangunan ini kini merangkap sebagai bangunan tertinggi ketiga di dunia sekaligus menara jam tertinggi dan terbesar di dunia. Jam berdiamater 46 m ini bukanlah jam mekanik seperti Big Ben, namun jam “digital” yang diterangi 2 juta lampu LED. Pembangunan menara ini menuai banyak kontroversi sebab harus mengorbankan Benteng Adjad, sebuah peninggalan bersejarah Ottoman dari abad ke-18. Selain hotel, menara ini juga memiliki museum bahkan mall.

2. Tokyo Skytree (Tokyo, Jepang) – 634 m
4fbf505a9f09b
Tokyo Skytree merupakan menara observasi sekaligus menara televisi yang terletak, dimana lagi selain Tokyo? Menara ini sengaja dibangun untuk menggantikan Tokyo Tower yang ketinggiannya mulai dikalahkan dengan gedung2 di sekitarnya, sehingga tak lagi efektif sebagai menara pemancar televisi. Menara bergaya neo-futuristik dibangun superkuat dengan rangka beton sehingga tahan gempa. Pada pembukaannya, menara ini sudah menarik 1,6 juta pengunjung selama seminggu.
TOKYO-SKYTREE-credit-to-(c)

1. Burj Khalifa (Dubai, Uni Emirat Arab) – 828 m
the-burj-khalifa-dubai
Tentu ada banyak cerita yang bisa dituai dari menara tertinggi buatan manusia ini. Mulai dibangun pada 2004, bangunan setinggi 163 lantai ini selesai 6 tahun kemudian pada 2010. Desainya mengingatkan kita pada rancangan “The Illinois” karya Frank Llyod Wright, sebuah bangunan setinggi 1 mil yang didesain untuk kota Chicago, namun tak pernah direalisasikan dan hanya terhenti di atas kertas. Namun arsiteknya, Adrian Smith mengaku bahwa rancangannya terinspirasi oleh minaret spiral Masjid Agung Samara di Irak.
7Wonders-BK
Banyak yang berpendapat bahwa gedung ini “curang” sebab dari 800-an m tingginya, hanya sekitar 585 m dari bagian gedung ini benar2 digunakan sebagai lantai fungsional, sementara 244 m puncak menara sisanya hanyalah hiasan. Uniknya, “hiasan” pada pucuk menara ini hampir sendiri setinggi pencakar langit tertinggi di Jakarta! Gedung ini juga memiliki lift tingkat (double decker) dan bayangkan betapa susah para pekerjanya membersihkan kaca jendelanya! 

Bonus:
India Tower (Mumbai, India ) – 700 m
India_Tower_Mumbai
India Tower merupakan rancangan menara yang akan dibangun di kota Mumbai (dahulu bernama Bombay). Menara yang juga dikenal dengan nama Park Hyatt Tower ini mulai dibangun pada 2010 dan diharapkan selesai pada 2016. Menara ini apabila rampung, tak hanya akan menjadi menara tertinggi di India, namun juga menjadi salah satu bangunan tertinggi di dunia dengan jumlah lantai 126. Desainnya juga menarik.

Kingdom Tower (Jeddah, Arab Saudi) – 1 km
Kingdom_Tower,_Jeddah,_render
Kingdom Tower (Burj al Mamlakah) merupakan menara yang akan dirancang mencapai ketinggian mengagumkan 1 kilometer! Konstruksinya sudah dimulai sejak 2013 dan direncanakan rampung pada 2019. Semula, bangunan ini didesain setinggi 1 mil (1,6 km), tapi kemudian dengan berbagai pertimbangan, akhirnya ketinggiannya dikurangi menjadi sekitar 1 km. Namun tetap saja, bangunan yang diarsiteki Adrian Smith (perancang Burj Khalifa) ini bakal menjadi bangunan tertinggi di dunia yang pernah diciptakan umat manusia. 

Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah pembangunan menara2 ini benar2 sesuai dengan fungsinya atau hanya suatu bentuk kesombongan manusia? Dengar2 Indonesia juga akan membangun Signature Tower, sebuah menara dengan ketinggian 638 m. 
signature-tower

Catatan Admin :
Saudi tengah berlomba dengan negara lain membangun gedung Pencakar Langit seakan memperlihatkan pada dunia jika mereka mampu, sungguh kehidupan yang menyilaukan. Kekayaan yang melimpah, minyak bumi yang bisa di jadikan alat mengontrol keuangan dunia tidak di jadikan senjata tuk menolong saudara lainnya di belahan bumi islam. Gedung-gedung semakin megah seakan berlomba dengan waktu hingga teringat akan sebiah hadits Nabi Muhammad SAW :

Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata, "Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam." Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu." Kemudian dia bertanya lagi, "Kini beritahu aku tentang iman." Rasulullah Saw menjawab, "Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya." Orang itu lantas berkata, "Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan." Rasulullah berkata, "Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda. Dia bertanya lagi, "Beritahu aku tentang Assa'ah (azab kiamat)." Rasulullah menjawab, "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya." Kemudian dia bertanya lagi, "Beritahu aku tentang tanda-tandanya." Rasulullah menjawab, "Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat." Kemudian orang itu pergi menghilang dari pandangan mata. Lalu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar, "Hai Umar, tahukah kamu siapa orang yang bertanya tadi?" Lalu aku (Umar) menjawab, "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui." Rasulullah Saw lantas berkata, "Itulah Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada kalian."

(HR. Muslim)

Semoga Artikel diatas bermanfaat,,,Wallahu'Alam

*Yahya Ayyasy* ~Blog Kita79~

SEBAIKNYA BACA JUGA 

Atheis bertanya "Siapa yang menciptakan Allah?" Pemuda Ini Menjawab hingga Atheis tak berkutik

%2523ilustrasi5
Ada seorang Atheis yg memasuki sebuah masjid, dia mengajukan 3 pertanyaan yg hanya boleh dijawab dengan akal. Artinya tidak boleh dijawab dengan dalil, karena dalil itu hanya dipercaya oleh pengikutnya, jika menggunakan dalil (naqli) maka justru diskusi ini tidak akan menghasilkan apa-apa...

Pertanyaan atheis itu adalah:

1. Siapa yg menciptakan Allah?? Bukankah semua yg ada di dunia ada karena ada penciptanya?? Bagaimana mungkin Allah ada jika tidak ada penciptanya?? 

2. Bagaimana caranya manusia bisa makan dan minum tanpa buang air?? Bukankah itu janji Allah di Syurga?? Jangan pakai dalil, tapi pakai akal.... 

3. Ini pertanyaan ketiga, kalau iblis itu terbuat dari Api, lalu bagaimana bisa Allah menyiksanya di dalam neraka?? Bukankah neraka juga dari api?? 

Tidak ada satupun jamaah yg bisa menjawab, kecuali seorang pemuda.

Pemuda itu menjawab satu per satu pertanyaan sang atheis :

1. Apakah engkau tahu, dari angka berapakah angka 1 itu berasal?? Sebagaimana angka 2 adalah 1+1 atau 4 adalah 2+2?? Atheis itu diam membisu..

"Jika kamu tahu bahwa 1 itu adalah bilangan tunggal. Dia bisa mencipta angka lain, tapi dia tidak tercipta dari angka apapun, lalu apa kesulitanmu memahami bahwa Allah itu Zat Maha Tunggal yg Maha mencipta tapi tidak bisa diciptakan??"

2. Saya ingin bertanya kepadamu, apakah kita ketika dalam perut ibu kita semua makan? Apakah kita juga minum? Kalau memang kita makan dan minum, lalu bagaimana kita buang air ketika dalam perut ibu kita dulu?? Jika anda dulu percaya bahwa kita dulu makan dan minum di perut ibu kita dan kita tidak buang air didalamnya, lalu apa kesulitanmu mempercayai bahwa di Syurga kita akan makan dan minum juga tanpa buang air??

3. Pemuda itu menampar sang atheis dengan keras. Sampai sang atheis marah dan kesakitan. Sambil memegang pipinya, sang atheis-pun marah-marah kepada pemuda itu, tapi pemuda itu menjawab : "Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini dari tanah..dan pipi anda juga terbuat dari kulit dari tanah juga..lalu jika keduanya dari kulit dan tanah, bagaimana anda bisa kesakitan ketika saya tampar?? Bukankah keduanya juga tercipta dari bahan yg sama, sebagaimana Syetan dan Api neraka??

Sang athies itu ketiga kalinya terdiam...

Sahabat, pemuda tadi memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak semua pertanyaan yg terkesan mencela/merendahkan agama kita harus kita hadapi dengan kekerasan. Dia menjawab pertanyaan sang atheis dengan cerdas dan bernas, sehingga sang atheis tidak mampu berkata-kata lagi atas pertanyaannya..

Itulah pemuda yg Islami, pemuda yg berbudi tinggi, berpengtahuan luas, berfikiran bebas...tapi tidak liberal... tetap terbingkai manis dalam indahnya Aqidah...

Ada yg berkata bahwa pemuda itu adalah Imam Abu Hanifah muda. Rahimahullahu Ta'ala...

Wallahu 'alam
~Blog Kita79~

Elang Yang Tinggal Bersama Ayam

Elang Yang Tinggal Bersama Ayam 
Alkisah, di sebuah lereng gunung yang curam, ada sebuah sarang elang yang berisikan empat telur elang ukuran besar.

Satu hari, gempa bumi telah menguncang gunung itu menyebabkan salah satu dari telur itu jatuh ke kandang ayam yang berada di lembah di bawah lereng itu.

Ayam-ayam pun tahu bahwa mereka harus melindungi telur elang itu. Kemudian, telur elang pun menetas dan seekor elang yang cantik pun terlahir.

Sebagai ayam, ayam-ayam itu pun membesarkan elang sebagai seekor ayam.

Sang elang pun sangat menyukai tempat tinggal dan keuarganya itu, namun sepertinya ia merasa ada semangat untuk berteriak lebih keras dari sekedar jiwa ayam.

Hingga pada suatu hari, elang itu pun menatap langit dan melihat sekelompok elang-elang hebat terbang tingi melayang-layang.

“Oh…” teriak sang elang. “Andai saja aku bisa terbang tinggi seperti burung-burung itu.”
Ayam-ayam itu pun terkekeh, “Kau tidak bisa terbang tinggi seperti mereka. Kau adalah seeokor ayam dan ayam tidak bisa terbang.”

Elang ini pun terus menatap keluarganya yang sesungguhnya di angkasa sana, bermimpi mengkhayalkan ia bisa seperti mereka.

Setiap kali elang itu membicarakan tentang impian-impiannya, ia selalu diberitahu bahwa ia tidak akan bisa melakukannya.

Dan itulah apa yang elang itu pelajari untuk diyakini. Seiring waktu, elang itu pun berhenti bermimpi dan kembali menjalani hidupnya sebagai ayam.
Akhirnya, setelah hidup lama sebagai seekor ayam, elang itu pun meninggal.
Anda bisa menjadi apa yang Anda yakini. Jika Anda pernah bermimpi menjadi elang, ikuti impian itu, jangan mengikuti apa kata ayam-ayam itu.

Sepenggal Kehidupan Yahya Ayyasy di Mata Sang Istri

yahya ayash
“DIA hanya berjalan di malam hari, di antara pohon-pohon, di pegunungan, mengenakan jaket hitam dan celana hitam. Dia tidak pernah menolak dalam hidupnya. Dia selalu menggunakan setiap kesempatan untuk datang melihat kami, meskipun mata-mata menyebar di mana-mana dan penjajah Zionis menunggunya setiap saat.”

Begitulah Ummu Bara menuturkan sebagian kehidupan sang arsitek pertama di Brigade al Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, asy Syahid Yahya Ayyasy. Dia mengatakan, “Kami menghabiskan waktu selama lima tahun menjadi buron. Selama itu, jarang sekali muncul di siang hari. Itu adalah hari-hari yang sangat sulit. Tidak ada yang bisa dimakan, tidak ada pakaian bagus yang dikenakan. Seharipun dia tidak peduli dengan penampilannya. Obsesi terbesarnya adalah hanya menimpakan kerugian paling besar pada penjajah Zionis.”

Mengenang 18 tahun kepergian suaminya, Ummu Bara teringat beberapa peristiwa yang masih melekat dalam ingatannya di hari-hari sebagai buron. “Komandan (Zionis) yang menyerbu rumah kami masih saya ingat namanya, Sveka. Suatu kali mereka menyerbu rumah kami setelah aksi yang dilakukan Yahya di Tel Aviv. Mereka sangat liar dan brutal. Saat itu sang komandan berkata kepada saya, ketika kami nanti membunuh Yahya, saya akan mengikat tubuhnya dengan mobil saya dan saya seret di jalan-jalan Tel Aviv, setelah itu saya potong-potong tubunya menjadi bagian kecil-kecil untuk saya bagikan kepada semua keluarga ‘Israel’ yang anggota keluarganya dibunuh Yahya untuk mereka makan.”

Dalam pertemuan khusus dengan koresponden Pusat Informasi Palestina, Ummu Bara menambahkan, “Dia mengatakan hal itu untuk membuat ketakutan di hati kami. Tapi saya menjawabnya dengan mengatakan, "jasad tidak penting bagi dia setelah apa yang dia dapatkan setelah kematiannya. Ruhnya akan naik ke langit di sisi Penciptanya dan akan damai. Saya berdoa kepada Allah semoga kalian tidak pernah menemukan meski mayatnya sekalipun.”

Di suatu hari selama menjadi buron, tepatnya di malam hari pelaksanaan aksi syahid oleh Shaleh Shawi di Tel Aviv, saya terbangun karena ada ketukan pelan pada jendela kamar saya. Saya lihat ternyata dia adalah Yahya dan asy Syahid Saad Arabid dari Jalur Gaza. mereka mengenakan pakaian serba hitam dan membawa senjata. Saat itu pula berkecamuk perasaan saya. Saya sangat merindukan Yahya tapi di saat yang sama saya mengkhawatirkan dia menjadi target mata-mata dan Yahudi.”

Dia melanjutkan, “Saya bukakan pintu rumah. Keduanya masuk setelah menyembunyikan jejak kakinya di luar rumah. Karena jejak sapatu keduanya nampak jelas dan dalam di tanah yang berlumpur. Setelah masuk, dia meminta saya untuk membangunkan Bara (anaknya) untuk melihatnya. Kala itu adalah pukul satu lewat tengah malam. Dia gendong Bara, dia peluk dan dia ciumi. Saya masih ingat betul, saat itu dia sangat bahagia sekali karena keberhasilan aksi kepahlawanan di Tel Aviv.”

Dia menambahkan, “Setelah meninggalkan rumah, saya segera membersikan dan merapikan rumah dari jejak kaki keduanya khawatir diserbu militer penjajah Zionis. Dan betul, pada malam itu, setelah Yahya dan Saad keluar, mereka menyerbu rumah dan melakukan intimidasi sebagaimana yang biasa kami alami.”

Keberadaannya di Gaza

Sebagian besar waktu selama menjadi buron, Yahya menghabiskannya berpindah-pindah di pegunungan Tepi Barat, di bukit-bukitnya, lembah-lembahnya dan gua-guanya. Sampai-sampai terjadi ikatan kerindungan di sana. Meskipun Jalur Gaza sempat memuliakannya dan melindunginya sekitar setahun sebelum kesyahidannya (mati syahid). Namun di hari-hari terakhir dia kembali ke pegunungan Tepi Barat.

Mengenai hal itu Ummu Bara mengatakan, “Pada bulan-bulan terakhir keberadaan kami di Jalur Gaza, Yahya menghabiskan malam Kamis setiap pekan dekat pagar pimisah, berusaha memotong-motong kawat dengan peralatan yang dia ciptakan. Dia memotong kawat-kawat tersebut tanpa memicu sirine (yang diipasang Zionis) berbunyi.”

Dia melanjutkan, “Di hari-hari terakhirnya dia berharap kembali ke Tepi Barat karena tekanan yang dihadapi dari penjajah Zionis dan Otoritas Palestina. Juga kerena penyebaran fotonya kepada orang-orang agar menyampaikan keberadaannya dan tidak memberikan tempat bernaung. Dia sudah terbiasa menjadi buron di pegunungan dan gua-gua di Tepi Barat, dan itulah yang tidak ada di Jalur Gaza.”

Hari Keyahidannya

Ummu Bara mengatakan, “Hari pertama kesyahidan Yahya tidak berat bagi saya sebagimana juga di hari kedua. Di hari pertama saya tidak percaya apa yang telah terjadi, meskipun kami sudah memperkirakan berita ini akan kami terima kapan saja.”

Dia melanjutkan, “Di hari kedua, tepatnya ketika saya melihat jasad Yahya yang diusung di atas pundak orang-orang, saya melihatnya sebagai pandangan perpisahan di depan gelombang manusia. Saya berteriak dan berkata: hari ini saya melihatmu secara terang-terangan di depan semua manusia. Aduhai, alangkah senangnya bila kau masih hidup dan aku melihatmu meskipun dalam sembunyi-sembunyi.”

Dengan linangan air mata penuh kesedihan karena perpisahan dia mengatakan, “Saya berharap bisa mati syahid bersama Yahya. Suatu kali saya pernah berdoa di depannya, agar suatu hari kami, saya, dia dan Bara mati syahid bersama-sama. Namun dia justru mengangkat kedua tangannya ke langit dan berdoa: Ya Allah jangan Engkau kabulkan untuknya, ambillah aku sebagai mati syahid sendirian. Biarkanlah Ummu Bara tetap hidup untuk mendidik kedua anak ini.”

Tiga hari setelah kesyahidan suaminya, ummu Bara banyak menangis. Dia menolak kembali ke Tepi Barat. Di Gaza dia mendapatkan kasih sayang, cinta dan dekapan hangat untuk dirinya, Yahya dan Bara serta anak bayinya “Yahya”, yang lahir ke dunia sepekan sebelum kepergian sang ayah. Namun akhirnya dia kembali ke Tepi Barat dan melanjutkan tugasnya mendidik anak-anaknya. Yang hari ini dia lihat di depan kedua matanya sebagai pemuda yang sosoknya mirip dengan ayah mereka.[pz/pic/Islampos]

~Blog Kita79~

Subhanallah! Inilah Fakta Ilmiah dibalik Waktu Sholat

jangan lupa setelah baca di BAGIKAN, semakin banyak yg mem*BAGIKAN* semakin banyak yang baca dan semakin banyak pula manfaat nya....

Shalat adalah suatu kewajiban dari Allah atas setiap orang mukmin. Dimana Allah memerintahkannya dalam sejumlah firman-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an. Firman Allah :

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Dalam ayat lain Allah berfirman, “Peliharalah segala shalat dan (peliharalah) shalat wustha.”

Rasulullah menjadikan shalat sebagai tiang kedua dari tiang-tiang bangunan Islam yang lima, seraya berkata,

“Islam didirikan di atas lima tiang, yaitu: bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak di ibadahi selain Allah dan sesengguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan ibadah haji ke Baitullah serta berpuasa dibulan Ramadhan.”

Shalat fardhu ada lima: zhuhur, ashar, maghrib, ‘isya, dan subuh. Sebagaimana yang dijelaskan dalam riwayat berikut ini:

Dari Anas bin Malik ia berkata, “Telah difardhukan atas Nabi pada malam Isra’ shalat sebanyak lima puluh (waktu), kemudian dikurangi hingga menjadi lima waktu. Kemudian, Beliau di seru: “Ya, Muhammad, sesungguhnya ketetapan disisi-KU tidak bisa diubah. Dan untukmu shalat lima (waktu) ini sama dengan lima puluh (waktu).”

Dari Thalhah bin Ubaidillah bahwa ada seorang Arab Badwi datang kepada Rasulullah dengan rambut yang tidak tersisir seraya berkata, Ya, Rasulullah beritahukan kepadaku shalat yang Allah fardhukan kepadaku!” jawab Beliau: “Shalat yang lima (waktu) kecuali kalau engkau mau shalat tathawwu (shalat sunnah).”

Dibalik wajibnya melaksanakan Shalat Fardhu, ternyata dari waktu sholat yang 5 waktu itu terkandung banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dilihat dari faktor kesehatan, ilmu pengetahuan, psikologi dan lain-lain. Berikut pengamatan para ahli di bidangnya mengenai masalah waktu sholat, salah satu rukun Islam, karena ada rahasia dibalik peralihan/perpindahan waktu sholat.

Setiap perpindahan/peralihan waktu sholat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang bisa diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam ini tidak asing bagi penggemar dan praktisi fotografi/video/film juga dalam industri cahaya/lampu,percetakan, astrofisika dan lain-lain karena ada istilah suhu/temperatur warna (color temperature) dimana kalau siang itu bluish (kebiru-biruan) dan kalau sore itu reddish(kemerah-merahan)- Suhu warna biasanya menggunakan satuan Kelvin (K) sebagai perangkat pengukurannya.

WAKTU SUBUH
Pada waktu subuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu Fisiologi (Ilmu Faal-salah satu dari ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan komunikasi. Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud

WAKTU ZUHUR
Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi bagi mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya

WAKTU ASHAR
Alam berubah lagi warnanya menjadi jingga/oranye (warna antara merah dan kuning). Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat ( kelenjar eksorin pada pria jantan, fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani), rahim , ovarium/ indung telur (kelenjar kelamin wanita) , dan testis (kelenjar kelamin jantan) yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu Asar akan menurun daya kreativitasnya. Disamping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut

WAKTU MAGHRIB
Warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga(powerful) karena mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan (interferensi-interaksi antar gelombang dalam satu daerah-bisa membangun dan merusak) atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu mata(penglihatan) kita

WAKTU ISYA
Selanjutnya pada waktu ini warna alam berubah menjadi nila (indigo) dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini. Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4HZ (Hertz adalah satuan ukur untuk frekuensi) dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak)kelenjar pituitary (hipofisis), thalamus(struktur simetris garis tengah dipasangkan dalam otak vertebrata termasuk manusia dan fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus(hipotalamus-bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu). Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam(tahajud).

Demikianlah ringkas hubungan antara waktu shalat dengan warna alam. Manusia sebaiknya sadar akan pentingnya tenaga alam. Faktor-faktor inilah yang mendasar kegiatan meditasi seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Kegiatan meditasi ini dilakukan untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di’karuniakan’ syariat shalat oleh Allah SWT sehingga jika laksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Ini mungkin belum pernah terfikir oleh kita sebelumnya.

Inilah hakikat mengapa Allah SWT yang memiliki sifat Pengasih dan Penyayang mewajibkan shalat kepada kita sebagai hambaNYA. Sebagai Pencipta Allah swt mengetahui bahwa hambaNYA amat sangat memerlukan-Nya. Shalat di awal waktu akan membuat badan semakin sehat.

Semoga informasi ini dapat menambah semangat kita untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya , dan bersegera ke mesjid bagi laki-laki.
 
~Blog Kita79~

◄ Newer Post Older Post ►

Para Sahabat

Nasehat Sang Murabbi

Nasehat Sang Murabbi

Sekilas

Sekilas
Bukanlah seorang penulis apalagi seorang plagiator, tapi coba berbagi atas apa yang di dengar, di lihat dan di baca....

Nasyid

Jangan lupa di LIKE ya,,,

×
 

Copyright 2011 Blog Kita79 is proudly powered by blogger.com | Design by BLog BamZ