print this page Klik Print

Kekuatan Spiritual sebagai Sumber Energi Kehidupan

ilustrasi @Republika
Kekuatan spiritual yang didapat melalui tarbiyah ruhiyah merupakan sumber energi dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai seorang hamba Allah Swt sekaligus dai di jalan-Nya. Kekuatan spiritual memiliki dua fungsi penting sebagai pendorong amal shalih dan pencegah dari godaan musuh-musuh kehidupan; baik dari dalam maupun luar diri.

Pertama, kekuatan spiritual dapat menguatkan seorang dai dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai khalifah di bumi Allah Swt yang mengajak diri dan orang lain untuk kembali ke jalan-Nya. Inilah yang disebut dengan taklif, baik berupa ibadah ritual maupun menebarkan kemanfaatan kepada alam semesta.

Seorang dai dengan kualitas spiritual yang prima mampu melaksanakan ibadah wajib dengan optimal. Mereka juga menjalankan ibadah  sunnah sebagai keutamaan sehingga mencapai derajat unggulan.

Seorang dai selalu menjadi yang terdepan dalam amal shalih untuk memakmurkan bumi dengan kerja-kerja sosial secara optimal. Baik sebagai individu maupun bergabung dalam jamaah dakwah. Meski ibadah sosial menjadi kesibukannya, mereka tetap optimal dalam menjalankan kewajibannya kepada keluarganya.

Seiring berjalannya waktu, kewajiban-kewajiban ibadah ritual dan sosial itu pun semakin banyak nan melimpah, dan suplai energi yang bisa menguatkannya untuk istqamah adalah kualitas spiritual yang didapat dari riyadhah ruhiyah sepanjang hidupnya, di setiap jenaknya.

Kedua, kekuatan spiritual harus menjadi pelindung yang efektif bagi seorang dai dalam kaitannya menangkal godaan dan serangan musuh. Musuh bagi orang yang beriman adalah setan yang keji godaannya. Saat seseorang telah berniat mewakafkan dirinya untuk dakwah, intentitas dan kualitas godaan tersebut akan bertambah. Apalagi, setan memang diciptakan untuk mencari sebanyak-banyaknya teman di neraka kelak.

Selain setan berbentuk jin, ada juga setan berbentuk manusia yang dinamakan auliya’ asy-syaithan. Mereka adalah wakil-wakil maupun kepanjangan tangan setan di muka bumi. Bentuknya bisa berupa rezim keji pemerintah, dukun, aktivis keburukan, hingga keluarga terdekat

Bagi seorang dai menyadari bahwa musuh memilki tipu daya dan makar yang kuat. Namun, ia tak gentar sedikit pun karena memiliki Allah Swt yang Mahaperkasa.

Nah, kesadaran akan hal ini hanya bisa dimiliki oleh dai dengan kualitas spiritual yang mumpuni. Sebagaimana dimilki oleh Umar bin Khaththab yang disebutkan oleh Rasulullah Saw, Jika Umar melewati sebuah jalan, maka setan akan mencari jalan lain agar tidak berpapasan dengan Umar. Atau, seperti kisah Ibnu Taimiyah yang sandalnya saja bisa membuat setan kabur.[]
Disadur bebas dari buku Spiritualitas Kader, Anis Matta.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan Anda serta kehormatan buat kami jika selesai baca Anda beri komentar atas isi artikel ini, namun kawan komentarnya yang sopan ya...!!! he..he..

◄ Newer Post Older Post ►

Para Sahabat

Nasehat Sang Murabbi

Nasehat Sang Murabbi

Sekilas

Sekilas
Bukanlah seorang penulis apalagi seorang plagiator, tapi coba berbagi atas apa yang di dengar, di lihat dan di baca....

Nasyid

Jangan lupa di LIKE ya,,,

×
 

Copyright 2011 Blog Kita79 is proudly powered by blogger.com | Design by BLog BamZ